Ahem.. karena melihat postingannya bang Ries sang Deviant Villain yang ini gw jadi teringat kejadian kecil yang sedikit mirip yang terjadi di bulan puasa beberapa tahun lalu
(setting lokasi dan situasinya sama looh)
Sore itu, terminal Leuwi Panjang terlihat sama seperti sore-sore biasanya. Kernet, penumpang, supir dan penjual-penjual itu berjubel menjadi satu.. puasa ato nggak puasa life must go on without any excuse.
Aku berjalan bersama seorang gadis cantik disisiku mencari bus DAMRI yang bisa digunakan untuk pulang kembali ke Dago.
Di setiap langkah Aku selalu menyempatkan untuk mengamati ekspresi gadis cantik itu, dia nampak amazed dengan sekelilingnya seakan-akan baru sekali itu dalam hidupnya melihat sebuah terminal bus
Melihat bagaimana dia sangat antusias untuk mengamati sekelilingnya, celingak-celinguk dengan ekspresi penasaran yang lucu membuatku ingin sekali mencubitnya karena gemas.
Di dalam hati aku berguman
Apakah semua gadis dari jogja sepolos ini? kurasa Ein terlalu lama dipingit di dalam keraton hahaha
![]()
Tiba-tiba celetukannya membubarkan dialog antara aku dan benakku.
“Er, itu DAMRI kan?”, serunya sambil menunjuk ke bus besar berwarna putih dengan stripe biru bertulisan gede D, A, M, R dan I
“Of course! it’s obvious isn’t it”, seruku dengan ekspresi muka yang berarti “aku tahu tanpa perlu kamu kasi tahu”
Dan itu sukses untuk membuat dia membuat ekspresi muka cemberut
Setelah meminta maaf padanya aku menuntunnya untuk naik ke bus DAMRI itu. Luckily kita dapet kursi untuk duduk, aku mempersilahkan Ein untuk duduk di dekat jendela dan aku duduk disebelahnya.
“Er, uda jam lima loh kita sempet ga buat buka?”
“Sempeeet, paling ntar kalo mo buka ada penjual-penjual asongan yang menjajakan kedalem, memang kamu uda laper?”
“Bukan begituuu! kan disunahkan untuk cepet berbuka”, jawabnya polos.
“Aku masi ada permen kok, so don’t worry”
Tak lama kemudian roda bus mulai bergulir dan mengawali perjalanannya, di perjalanan aku dan Ein berbincang2 tentang banyak hal dari mulai kondisi Bandung yang mulai panas, ke politik dan kondisi dunia.
Tiba-tiba Ein tertawa.
“Er.. Er kamu tuh kamus berjalan ya, seneng deh ngobrol ma kamu”
Hidungku yang tertiup sanjungan tiba-tiba menumbuhkan sayap dan memaksa untuk terbang menjauh, tapi kupegang!
Sudah menjadi sebuah best practice kalau dikondisi menyulitkan seperti ini seorang cowok tidak boleh kehilangan kontrol atas dirinya, kalo ntar cengegesan sendiri, raport yang aku bangun dengan gadis yang aku suka ini bisa hancur berantakan.
Inget! No cengegesan Eru… kalo diangkat kediatas, jatuhkan sedikit diri ketengah
“Ah… itu karena sistem pendidikan SD yang memaksa untuk menghapal RPUL RPUL dan buku pintar ga jelas itu”, jawabku mantap.
Dia tertawa lagi… setiap dia tertawa aku selalu berpikir hal yang sama.
Betapa aku ingin selalu jadi alasan dari semua kebahagiaannya
Waktu berlalu dan bus DAMRI itu merayap perlahan. matahari mulai turun dan cahayanya memerah jatuh tepat di wajahnya, dia tertidur, mungkin karena lelah?… aku mengarahkan tanganku kearah wajahnya dan jariku membentuk kotak frame.
I want to capture that smile in a frame
![]()
Di moment of silence itu.. tiba-tiba aku mendengar suara adzan di kejauhan.. Oh udah saatnya buka puasa pikirku, kemudian aku mencari-cari di sekeliling biasanya ada pedagang asongan yang menjajakan makanan tapi setelah mengamati sekeliling aku menyadari kalau Bus ini terjebak macet di area jalan yang cukup jauh dari lampu merah.
Ah masi ada permen kan… pikirku lagi, tapi saat merogoh saku yang aku temukan cuma 1 buah permen.
.
.
.
So as many man that trained with gentleness do, I wake her up
“Ein uda buka ne… wake up”
She wake up, and I give her the one and only permen hehe
and dia bertanya
“Untuk Kamu ada?”
Spontan.. aku bilang
“Uda”
Dia menatapku dalam-dalam, mengamati dengan seksama bagaikan predator yang siap untuk menghabiskan mangsanya. Tiba-tiba dia mengangkat tangannya… mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah pipiku perlahan-lahan.
Suer! aku kira gerakan itu adalah gerakan untuk merangkul
.
.
.
PLAK!!
.
.
.
dia menamparkan dua telapak tangannya ke pipiku, dan berkata pelan
“Pembohong…”
Dan satu-satunya kata-kata yang kepikiran di saat krusial itu adalah
“Tapi… lihat kamu aja uda batal kok”
Sialnya salah satu sifat normal dari pria adalah mencari celah, waktu itu aku ga fokus ke mata dia, tapi ke bagian lain.. apalagi dengan sudut yang mendukung >_<
.
.
.
PLAK!!
.
.
Untuk keduakalinya, sambil dia membetulkan posisi
.
.
.
Aaah berbukalah dengan yang manis-manis
Related posts:
yayayaya dasar cowo…duhh
Eru ternyata lebay juga gyahahahaha
hum… kl liat story ini… kaya liat story di serial cantik ato semacamnya…
hayoo indahnyoo..sore2 di damri… sm cewe cakep lagi… gyahahaha…humff…. ditampar.. kesian deh loe… :))
*tamparan sayang tapi* :angel:
Hohoho…mengingat memori nih. :whistle:
Hahahaha, berbukalah dengan yang manis, teh botol sosrooooo….. :happy:
waduoh… tamparan yg manis >_<
emang beneran sempet ngeliat bagian lain dengan angle yg mendukung yah? Set dah!
dasaaarrr…
gombal yang terparah deh, gak cuman verbal, tapi lengkap dengan dukungan bahasa tubuh.
ah, perverted-eyed man juga rupanya.
:whistle:
LOL. Kacau lo Er.
wekekekeke…boys!!! *pentung*
duuuuh, bukanya sweet banget… (s_dance)
udah pernah coba berbuka dengan bokep? *dipentung*
“ke bagian lain.. apalagi dengan sudut yang mendukung”
bagian mana sih? nggak ngerti?
bagian belakang telinga ya? :w00t:
:blink:
kamus berjalan…
kalo lagi sama Eru ga usa bingung nyari bahan buat diomongin… itu semua uda dberesin sama Eru, hehe…
@ansella:
semua itu kejadian super-duper-spotan wk wk
@meia:
Serial Cantik itu apa?
Anyway… koreksi…
Judulnya mestinya
“Sore2 Di DAMRI ditampar duakali”
Eh berima
@mimi:
Iya.. inget gara2 baca punya Ries
hush iklan
@Kokowa:
Semanis-manisnya tamparan >_< @maaarshmaaaallow:
I'm not pervert, but every man are
bukan begituuu.. itu cuma saya lagi menunduk dan
bagian tertentu itu datang sendiri, dan saya cuma tertegun
@therry:
>_< @venus:
normal-normal *menghindar*
@chika:
Belum tuh (s_dance), kamu pernah?
@Tamago:
itu loooh.. belahan
@abet:
@Phi:
gara2 RPUL.. gara2 RPUL
Gyahahah,, cerita kmu lebih
pervertdramatis Rubiasanya kernet, penumpang, supir dan penjual-penjual itu berjubel menjadi satu
Khas Leuwipanjang (s_dance)
@Ries:
Kan kecelakaan.. itu cuma problem of Point Of View
:wub:
hahaha , mantap2 win, kirain berakhir dengan sweet sesuai judulna …
ternyata “PLAK”, untung ga 3 kali , jd triple kill
nanti haha
tp …. :devil:
wakakak… kayanya udah pernah lu ceritain deh… akhirnya diposting juga…
tapi aku ga ngerti maksudnya… *sok polos* :whistle:
@zhwee:
Yoi untung puasa, kalo hari biasa abis gw >_<
@sentinelcore:
Haih pura2 kamu (s_dance)
Apakah semua gadis dari jogja sepolos ini?
:shy: khukhukhu… ho oh…
*ngilang duluan sebelom ditimpuk*
*balik lagi*
weh… jadi beneran kalo malem ni blog gelap gulita… baru skali ini maen ke sini malem2… :)) ngg… sediain lilin kek… :whistle:
HETRIXXXXXXXXXXXXXXXXXXX!!!!!!!!
akhirnya aku hetrix!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (s_dance)
Om termasuk cowok yg njaga prasaan cewek ya?
Tp pandangan matanya om terlihat berbahaya..
Ckckckckck….
Klo ktmu om kudu nutup aurat dah
@carra:
Iya polos2 tapi galak2
jeh pas aku lengah malem2 >_<
@rei:
Itu kan kecelakaan Rei
Tidak disengaja
Hmm…sore-sore ngajak cewe manis nai k DAMRI, bukan mau ngajak anak orang kawin lari kan? :whistle: *balik kanan bubar jalan sebelum ditimpuk eru*
@Iin:
Kan masi sebandung.. masa kawin lari..
aaah those youth days (s_dance)
Satu lagi cerita dari Eru, tentang Eru, yang tidak aku miliki… fiuhh..
see? polos2 bergembira tapi pervert! what a combination :devil:
@respito:
saya sendiri suka iri sama style-nya respito hehe
Kan ada gaya masing-masing
@eve:
:getlost:
wew…. *sambil mikir*
ini cerita beneran ato cerita sinetron ya???? :whistle:
hehehehe, tapi lucu. kalo itu beneran, bearti situ tetep cool ya gayanya wakakakakak, terus kasian mosok di plak 2x….
@novi:
Masuk kategori FIKSI means PAST to mee