Black Wing ~ Raziel

March 29th, 2009 § 23

Well, di malam nyepi dimana Bali yang gelap berubah menjadi Audoditorium bintang so you can see million of stars up above, suddenly 2 falling stars remind me of bunch of people..

This is a story about them.. bunch of people so young, so evil :) tricky, so naive and so weird :) sekumpulan orang-orang yang aneh nan idealis menyatu dalam bowl of premordial soup, hm.. normal people used to call it ‘friendship’

There’s Raziel, strikingly handsome (ah correction… ordinary man won’t admit other man are more handsome that him) So let’s say orang kedua terganteng di dunia after me ;) and rich. You mix up such face and money, kamu akan berpikir dia adalah damn very lucky guy, yaa.. semua pria normal akan iri padanya karena dia punya dua faktor yang menarik para gadis :) but I know him for so many years, and only I know that he was not that lucky.

You know.. In life I believe.. semua yang terlihat sempurna olehmu, selalu memiliki ketidaksempurnaan yang tidak kamu sangka.

I know Raziel for so many years, he and his mom are my bestfriend.

It’s starting on a cold morning, saat liburan yang sangat dingin sampai kamu bisa melihat kabut turun dan aku saat itu berjalan-jalan keluar untuk mencari udara segar. Aku melihat anak itu, he is about my age, dan entah kenapa begitu melihatnya aku merasakan perasaan ‘benci’ (well, bukan entah kenapa sih.. seingetku dia mencibir padaku).

Dia anak dari wanita muda yang baru saja pindah ke rumah disebelah rumahku. Seorang wanita cantik dan anak kecil seumuranku. Waktu itu aku masih terlalu muda untuk bisa memahami kalau di dunia ini ada tipe keluarga yang tidak terdiri dari ayah, ibu dan anak2. Yep, tipe Keluarganya berbeda dengan keluargaku, keluarganya hanya ada seorang ibu dan seorang anak.

Kebencian itu membuat kami tidak dekat, walau kita berdua bertetangga kita tidak pernah bermain bersama. Setiap bertemu hanya serangan cibiran yang bisa aku dan dia lancarkan antara satu sama lain. Sebuah kebencian kanak-kanak yang entah kenapa nampak masuk akal pada masa itu ;)

Sampai suatu hari.. aku pulang ke rumah dengan baju kotor dan kesakitan karena habis bertengkar dengan anak seumurku, Well… semua anak SD yang pulang dengan kondisi seperti itu pasti akan dimarahi oleh ibunya :D something like “what have you done?!”, well it’s not my fault actually.. but does normal-mom will understand such reasoning :D

So setengah menangis aku keluar dari rumah, duduk di bawah pohon tempat aku biasa bermain, dan mencoba melanjutkan tangisanku. Tapi aku berhenti karena menyadari ada orang lain disana. He is in the same state as I am, IN PAIN dan menangis. Tapi bahkan anak SD seperti aku waktu itu bisa merasakan kalau alasan tangis dia lebih menyakitkan daripada alasanku, despite the fact aku merasakan itu.. aku malah bilang

“Kenapa kamu disini?! ini pohonku!” “Oya? sejak kapan ini milikmu?!”, balasnya sengit.

Aku lupa makian-makian apa yang kita lancarkan, but satu hal yang aku ingat adalah setelah kedua anak SD itu melakukan perdebatan panjang soal pohon, polisi dan Tuhan, dia meloncat dari dahan pohon itu dan aku menendangnya beberapa kali :D (yaa.. setelah dia memukul wajahku dan menendang perutku).

Baru beberapa tahun kemudian aku tahu dia menangis hari itu karena dia melihat kenyataan kalau ayahnya yang sering Ibunya bilang padanya telah meninggal karena kecelakaan.

Ternyata di hari itu datang pada Ibunya dan berusaha meminta sejumlah uang. Ayahnya yang dia tidak pernah bertemu sebelumnya, memukul ibunya dan dia.. dengan pikiran anak kecil yang sederhana, berusaha melindungi orang yang dia sayang, dan dia berakhir dengan memar di wajahnya. (tentu saja waktu itu aku tidak tahu :| )

Well,

Perkelahian kami berakhir dengan dipisahkan oleh Ibunya, seorang wanita muda berambut panjang dengan lebam di pelipisnya.. yang memeluk anak itu sambil menangis terisak-isak. Aku cuma terdiam, mundur beberapa langkah dan menatap mereka berdua menangis. Saat itu aku tidak mengerti, tapi aku merasakan sesuatu yang menekan dadamu dengan keras dan sangat menyakitkan.

Itulah perjumpaan pertamaku dengan mereka :)

Raziel and Violet.

Violet.. dia masih muda saat itu, terlalu muda malah untuk memiliki Raziel, terlalu muda untuk ditinggalkan seorang diri oleh gabungan ANJING dan BABI dalam satu tubuh manusia yang lari karena menyadari Violet telah mengandung Raziel selama beberapa bulan. Tapi Violet bertahan dari semua itu karena dia memilih untuk bertahan. Suatu hari saat aku main ke rumah Raziel, tanpa sengaja aku melihat Violet sedang menangis. Tapi begitu melihatku, dia berubah menjadi tersenyum dan menyapaku dengan ramah, seakan-akan tangis itu tidak pernah terjadi. Aku yang masih terlalu polos saat itu bertanya..

“Kenapa menangis?” “Aku Tidak menangis?”, sangkalnya. “Tapi Aku melihat tante menangis tadi…”

Dia terdiam.. menghela napas sambil tetap tersenyum.. dan berkata

“Aku tersenyum kaaan? ini ga nangis… uda sana maen ama Raziel…”

Dia memang tersenyum, tapi aku tidak akan pernah bisa melupakan nada getir itu. I guess unconciously that was the first time I’m amazed on woman’s strength untuk bertahan sama rasa sakit seperti itu…

Yah well.. waktu itu aku masi terlalu kecil untuk memahami apa yang dimaksud dengan ‘melindungi orang-orang yang kamu sayang dengan tetap kuat’… dan aku masi terlalu kecil untuk bisa bertanya “Violet, u’re someone born under the sun are you?”

And then we grow up pretty fast, and time goes by…

kamu tahu? Kupikir, Life has it’s own gift.. Dan gift itu cuma akan diberikan sama mereka yang bisa bertahan melalui ujian yang tersebar dalam life… bertahan melalui ujian-ujian kecil dan berat itu…

Beberapa tahun semenjak pertemuan kami, aku disana.. berpakaian adat formil berdiri disebelah Raziel dengan kostum bodoh yang sama, dan seorang gadis manis berkebaya disebelah kami. Kami berusaha tersenyum dan menyapa tamu-tamu yang datang.

Aku melihat jauh kearah kursi pelaminan, disana Violet duduk disebelah seseorang, dia begitu cantik sampai aku waktu itu bisa menyamakannya dengan matahari, karena dia memancarkan sinarnya sendiri :) Dia menyadari aku memandangnya, dan dia melambaikan tangannya padaku.. clumsy-but-beautifull Violet.. aku pikir aku tersipu saat semua tamu melihat kearahku gara-gara kejadian itu. Hehehe :D

Yep.. Violet hari itu menikah dengan seseorang, he is a fine man and looks like they love eachother so much :) melihat Violet di pelaminan.. ada sedikit rasa sakit dihatiku ;)

Dan hidup mereka berubah, dulu tipe keluarganya hanya terdiri dari Ibu dan anak, kini berubah menjadi tipe yang diajarkan di semua buku teks anak SD di Indonesia :) Ayah, Ibu dan anak2. (anak2.. karena Raziel punya adik tiri yang imut juga :D)

Sambil memandang Violet di pelaminan, aku berguman.

“Andai aku lahir 10 tahun lebih awal”

Dan Raziel yang mendengarnya menendang pelan dari belakang ;)

(ga pelan banget sih.. tetep sakit, but gw manage untuk stay cool karena gw ga mau jatuh tersungkur di depan gadis imut berkebaya disebelah kami bukan? :D)

Itu awal dari pertemuanku dengan arch-rival-kedua-terganteng-di-dunia-playboy-nyebelin-arrogant-bestfriend bernama Raziel itu :)

I miss you… Raz.. tante Violet :) and….. cute Lily (Raziel’s step sister .red)

Tagged: , , ,

23 Responses to “Black Wing ~ Raziel”

Leave a Reply

What's this?

You are currently reading Black Wing ~ Raziel at IAMSKY.

meta

Jump To Comment Jump To Top