Stay / I Miss You itu aslinya lagunya Lisa Loeb.. yap Pop Mellow. But yang aku bicarakan disini adalah Stay / I Miss You yang diremake sama New Found Glory
You said that I was naive, and I thought that I was strong. I thought, “hey, I can leave, I can leave.” Oh, but now I know that I was wrong, ’cause I missed you. Yeah, I missed you. You said you caught me cause u want me and one day you’ll let me go. You try to give away a keeper, or keep me ’cause you know you’re just scared to lose. And you say, “Stay.”
And here’s the story about that song… And yep.. all FICTION categories on this blog are actually real, I write it as a FICTION because one burdening reason for me alone to bear.
Hari itu adalah hari yang dingin, bandung memang selalu dingin, tapi pagi itu adalah pagi terdingin dari yang terdingin yang anda, seakan-akan kedinginannya berusaha mengalihkan ingatan dan pikiranku dari apa yang terjadi hari itu. Tapi..
Dearest Cold Bandung weather.. U failed miserably
Aku tetap dan selalu ingat setiap detail yang terjadi di hari itu, setiap frame dari adegannya, aroma yang aku hirup, hembusan angin di pipiku, bentuk kepulan uap dari mulutku. Terutama, detail tentang dia, senyumnya, matanya yang basah kemerahan, posturnya yang kikuk seakan-akan kedua kaki kecil itu sudah tidak tahan untuk berusaha menahan dirinya dan beban yang dia miliki.
Getaran dari suaranya, sehingga walau dia berusaha sebaik mungkin untuk berbicara normal, tapi kamu bisa mendengar dari suara itu bahwa sewaktu-waktu gadis cantik, kuat, arogan, full-of-pride, yang berdiri di depanku itu bisa menangis sewaktu-waktu.
I never good on condolence, I never good on stopping sadness from woman, and I never damn good against tears, since I only know one trick, and it’s a miserable, proven to be failed trick.
A Dry Joke
“You look delicious today”
Dia menatapku dengan ekspresi kaget, ada sedikit senyum dibibirnya. Walau jika aku berusaha mengingatnya.. senyum itu tidak seharusnya ada disana, maksudku senyum itu tidak cocok dengan ekspresi alisnya, kesedihan dari matanya, suara kecil yang keluar dari mulutnya karena kaget “eh?”.
Senyum yang lebih mirip dengan senyum basa-basi karena kaget, bukan karena humor garing itu.
Aku menyerah, So I said the most basic word of all man towards woman when they give up figuring out what is going on.
“OK, that’s a basic trick on breaking the ice, and I failed…. So... Kenapa?”
Dia tersenyum lagi, kali ini senyum yang berbeda. Aku.. yang sering mengatakan diriku cukup bagus dalam mengindentifikasi apa yang orang pikirkan, yang bisa datang padang seseorang dan berkata “I know that you’re like me” dan membuat orang itu amazed with “How do you know?!“, atau hal-hal trivial yang berhubungan dengan membaca ekspresi seseorang, Aku yang bangga atas prestasi2 bodoh dari skillset dalam membaca ekspresi orang lain terkaget atas senyum itu. Senyum sederhana, senyum paling sederhana dengan gestur umum itu tidak memiliki arti apa-apa karena tidak bisa aku identifikasi.. hanya sebatas ‘senyum’.
“I’m intrigued, you just look so sad and all of sudden, you smiled at me like that. is this one of the drastic-mood-changes on PMS stage? tell me since I’m a newbie on these kind of stuff“, lanjutku.
Dia tertawa kecil dan tiba-tiba terdiam seakan-akan di tengah tawanya dia teringat sesuatu.
“You’re a funny man you know”.
“Naah.. ini antara I’m a real funny man ato kamu yang punya selera humor yang absurd, antara kedua opsi itu aku memilih yang paling akhir, sarcasm joke tidak pernah lucu”
Dia tertawa lagi,
“But I love sarcasm joke, it tickle my mind and my stomach at the same time, I like that kind of thing from you”
“See.. that’s one absurd taste in jokes”
Ok, cukup dengan percakapan trivia ini, bukan berarti aku tidak menikmatinya. Melihat dia tertawa karena aku adalah something worth to die for, but there’s something that I want to know, and I need to know.
“You’re crying aren’t you?”
Dia tersenyum lagi, U know.. woman are the best con-artist ever.
Sesaat dia tampak seperti-besok-adalah-akhir-dari-dunia dan sesaat kemudian wajahnya nampak seperti besok-adalah-akhir-dari-dunia-itu-nggak-jadi.
“Sedikit, tapi I’m glad to see you here“
Secercah, Sepercik, sekilas, sepersekian dari satu dibagi bilangan mendekati infinite… kalau itu istilah yang tepat untuk menggambarkan sesuatu yang benar-benar sangat kecil, dan sesuatu yang benar-benar sangat kecil itu menggelitik diriku.
Kalau menggelitik adalah istilah yang tepat juga? mungkin karena bentuk kecil itu sangat kecil sehingga dia menabrak salah satu partikel elektron yang sedang memercik dari sarafku keluar dari jalurnya dan elektron-elektron yang lain berloncatan kesana-kemari, mengakibatkan ledakan-ledakan kecil.
Ledakan-ledakan kecil yang menbuat otak idiot, bereaksi dan memberi perintah tidak jelas yang benar-benar idiot.
I.D.I.O.T
“I love you, you know.. and I would do anything to see you smiling”
Dia tidak tertawa kali ini, dia cuma menatapku dengan ekspresi kaget. Aku mengutuk diriku untuk mengatakan sarcasm joke paling jelek abad ini out of nowhere.
“I love you too”, balasnya pelan.
Dan dia tersenyum, senyum yang sama dengan ‘senyum’ semata tadi yang aku tidak dapat definisikan… tapi bedanya kini aku tahu apa artinya, aku ingin membalasnya dengan kata “See.. that’s one absurd taste in man too……..” Untuk membuat aku tidak dalam posisi yang terlalu vurnerable karena mengatakan that stupid thing pertama kalinya, but again ledakan-ledakan elektron acak tadi belum berhenti dari tubuhku dan itu malah membuat otak idiotku memerintahkan mulutku untuk cengar-cengir menahan tawa bahagia.
.
. .
Sedikit melompat, Yaa… I was happy
. . . . . . . .
. .
.
.
.
.
Harusnya aku berhenti di paragraf diatas, dan berharap untuk kalian yang membacanya meninggalkan posting ini dengan senyum kecil .
.
.
.
. .
Tapi what can I say? I’m just a story teller
So here it goes
.
.
.
.
.
.
Baru kemudian alasan dia nampak bersedih hari itu adalah karena dia menemuiku untuk berpamitan, karena keluarganya akan meninggalkan kota dingin bernama Bandung. Alasan dia bersedih karena dia tidak akan bisa bertemu aku dan sahabat-sahabat yang lain lagi karena kepindahan itu.
Alasan bersedih karena dia merasa apa yang dia rasakan bertepuk sebelah tangan. Itu alasan dia terlihat seperti itu…
(What do you know, di masa itu Internet adalah kata-kata yang asing untuk semua orang, dan handphone di masa itu, ukurannya membuatnya bisa dipakai untuk membunuh seseorang jika dilemparkan ke telak ke kepala, surat menyurat adalah sesuatu yang ngetrend, seni melipat kertas surat adalah ilmu wajib, menulis surat dalam format melingkar-lingkar dan berwarna-warni adalah sesuatu yang keren, dan tukang pos masi masuk ke dalam daftar cita-cita di masa itu
so wajarlah jika dia bersedih
)
Okee.. ada komentator yang ‘busuk’ jadi ga bisa comment di posting2 kaya ginian comment begini lewat YM
Q:”Tulisannya gayanya aga beda nih? lagi dapet”
A:”Woh.. sejak story about Raziel kayaknya gw uda nulis kaya gini deh?”
Trus satu silent-reader yang ga pernah comment, tapi silent-reading comment begini di YM
Q:”Beda gaya”
A:”Masa sii.. paling nambah deskripsi doang?”
* mewakili mereka yang malu2 comment ato karena alasan tertentu tidak bisa comment hihihi *
(s_dance) (s_dance)
hmmm…. story apa based on true story nih… :ermm:
U know.. woman are the best con-artist ever.
agreeeeee!!!!!!!! :shy:
nai’s last blog post..Perang (2)
wew!
saat itu internet belum ada, hp juga masih tak terjangkau. jadi kapan itu tepatnya? eru umur berapa? haha… puppy love, dunk?
tapi mustinya sekarang udah bisa mencari jejaknya kembali. ada fb, kan?
romantic!
marshmallow’s last blog post..Afek Datar
@nai:
Lah kan dibilangin diatas,
Hmm itu ga berlaku.. just.. not on your case nai *grin*
@Marshmallow:

Hmm.. SMA
monkey love ama puppy love bedanya apa ya mbak? hehehe..
Hmm.. as far as I know, there’s no FB on her place
But It’s Ok.. there’s beautiful 5 years of story about me and her :wub:
:ninja:
hmmm… kau mentrigger memori2 lama.. damn… >_<
:blink:
sentinelcore’s last blog post..Pengalaman yg sayang dilupakan…
jaman elit *ekonomi sulit*
sering main ke kantor pos *ngirim telegram* he2 :ninja:
hahahhahaa… I love this quote:
Loe bener2 a story teller Eru. I always love the way you wrote… wonder how good you are in telling the real story… I mean in verbal
Cocok jadi pembaca dongeng yah
Join us in Kerta Mukti buat ketemu anak2 dipenampungan, mau?… tapi jangan cerita cinta2 yahh, nanti mereka jadi dewasa sebelum waktunya
silly’s last blog post..SAYA KASIAN SAMA SITU… SUMPAH!
@Ice:
Gaa jelaaas *grin*
@sentinelcore:
Haha.. bukan lw dowank, ada beberapa yang komplain ke gw kok
@Zulhaq:
Memang bukan jamannya waktu itu
apalagi kris mon di masa itu
@Silly:
Some people said I’m good, some are don’t.. depends
Hmm ga bisa, gw kan di Bali mbak
eru….aaakkkk ente sungguh2 pinter

ane jadi iri
uda jago photoshop :blink:
jago foto2
jago bikin cerita fiksi di blognya *pantas jadi penulis novel*
novi~atrix’s last blog post..Dear Diary ^^a
@novi:
Ga jagoo.. masi belajar >_<, thx btw :shy:
ga ada HP? internet? masih pake surat? woiii…kecil2 dah tau I lop yu…ck..ck…ck
Anyway efek dramatis mau pamitnya terlalu keras kayanya, ekspektasi aku jadi runtuh… *korban kebanyakan nonton Korean Drama*
1nd1r4’s last blog post..Belajar dari pembalut wanita…
Wkwkw.. sekitar tahun 98-99 internet kan masi mahal (seinget gw pertama obrak-abrik Inet taun 98 tuu.. 6500 perjam dengan speed dial-up dibagi 10 wakakak). IRC-lah pelampiasan kita
Loh, kalo ga dijelasin dibawah kan mestinya bukan pamitan ini
(s_dance)
Eru reed’s last blog post..Lately ~ Lately
[...] I guess that’s all report for today. I hope noone will complain to me something like “Ur post are twisting my heart because it remind me of my long lost love”, I hope this one are normal [...]
[...] where I get my bus driving, with some mp3s on ears, and one of my blogger friend’s post stay, I miss you . This is how I start this [...]
[...] you say yes, you know how ’sometimes’ absurd I am in stories. I could make our days full of suspense, arranging or story into a drama, [...]
membaca seluruh blog, cukup bagus