Aku terdiam di cafe’ itu, sebuah cafe kecil di sudut utara kota Bandung dengan view sedikit berkabut. Awan bergulung-gulung di langit yang anehnya tidak kunjung hujan. Aku menyeruput minuman panas bernama Bandrex itu sambil menunggu dia, menunggu gadis yang mengajarkan aku bahwa wanita yang terlihat lemah bisa menyimpan kekuatan untuk tegar yang mengagumkan.
Ya.. dia wanita yang jika kamu lihat sepintas adalah wanita dengan label ‘fragile‘ menempel di jidatnya (oke gw menggunakan perumpamaan yang aneh), tapi jika saatnya fragility itu harus mengalami ujian yang berat, ternyata dia bisa jauh bertahan melebihi semuanya..
Benar kata orang, kamu tahu kamu kuat saat kamu mesti menghadapi sesuatu yang memaksamu untuk kuat
Tadinya aku menawarkan untuk menjemputnya, tapi dia dengan sopan menolaknya.. dia bilang karena apa yang aku tulis di blog tentang ‘kecelakan’ 3 tahun yang lalu, dia memilih untuk tidak mengambil resiko *ouch* haha just kidding, dia menolaknya karena seseorang akan mengantarnya langsung kesana.
Beberapa puluh menit menunggu, akhirnya aku melihatnya, gadis cantik dengan senyum indah melambai ke arahku, di sebelahnya pria sederhana dengan muka pas-pas-an (oh a cruel judgement? I’m just being jealousy honest here) nampak canggung dengan suasana di sekitarnya sedang mengiringi langkah gadis itu.
Mereka menghampiriku, dan dia memaksa aku berkenalan dengan pria-canggung yang dia bawa itu
“Aku tahu kamu, dia sering cerita soal dirimu”, seruku pada pria itu.
Sambil bersalaman dengannya, Aku tersenyum pada pria itu, dengan senyum tanpa hostility to regain trust to show him, he can trust me. I won’t steal her girl even though I am this charming *dilempar, disiram bensin, lalu dibakar massa*
Gadis itu juga bersalaman denganku, sebuah salam biasa kupikir. Tapi dia menempelkan tanganku yang dia genggam ke keningnya. Aku terkaget..
“Itu.. Sebuah gesture sederhana… yang hanya kamu lakukan pada orang yang jauh-jauh-jauh lebih tua..”
“Sialan!”, umpatku.
Gadis itu tertawa lepas, pria itu terlihat berusaha menahan tawanya dan diam karena aku memasang tampang galak padanya
(my face.. galak.. by design.. what can I do
)
Tidak disangka sang pria yang mengantar pamit pada kami berdua, dia bilang dia ada urusan penting.
“Loh kemana?”, tanyaku.
“Eh.. ada janji penting dengan sahabat”, jawabnya canggung.
“Paling DoTA sama temen-temen lamanya”, tambah sang gadis ketus.
“Aku kan sudah lama sekali tidak bertemu mereka”
“Yasudah, aku ma kakak juga sudah lama tidak bertemu.. sono!”
Pria itu kemudian berpamit pada sang gadis, dan memberitahunya untuk menghubunginya jika dia ingin dijemput pulang.
Aku tersenyum
Sedikit perasaan cemburu sih, karena gadis yang dulu selalu clinging padaku itu sudah memiliki orang lain yang dapat diandalkan, but deep down aku bahagia melihatnya.
“Kakak!”
Panggilan itu membuyarkan lamunanku.
Dan dia duduk didepanku, dengan cardigan yang membalut dress putih sederhana, rambut panjang terurai, lipstik warna natural tipis dan tersenyum dengan dua tangan terkepal yang menopang dagunya.
“kamu cantik hari ini”
Ekspresinya berubah kaget, sedikit tersipu, dan tawa kemudian menghias wajahnya. Wajar sih.. dia sangat mengenalku sehingga dia tahu, kalau aku bukan orang yang mudah untuk memberikan pujian sama orang lain, terutama pujian ‘cantik’. Itu adalah sebuah kata-kata yang sulit keluar dari mulutku sebagai pujian basa-basi. Jika itu sampai keluar.. maka siapapun yang mendapatkannya, memang pantas mendapatkannya.
“Seneng!.. pujian yang datang dari pria yang bilang ‘biasa aja ah!’ waktu ngeliat ‘luna maya’ adalah pujian yang sulit didengar”
“Biasa ajaa kaleee..”
Aku terdiam, dia juga.
“It’s true…, tapi jika aku bilang ‘luna maya’ itu ‘biasa aja’ sementara banyak pria lain tidak, kamu mestinya
tersinggung kalau aku bilang cantik’, sanggahku.
“kenapa?”, tanya dia lugas.
“karena mungkin selera ‘cantik’-ku sedikit absurd? atau malah reverse-taste kali?”
“Ini pasti your habit menaikan seseorang ke langit tapi tidak lupa menjatuhkan mereka kembali agar mereka tidak lupa sama daratan ya?”
“Damn! you know me well“
“Ademuuu.. “
“Tapi.. kalau aku menaikan seseorang ke langit, orang itu berhak mendapatkannya”, balasku.
“Tapi kak, kalau kakak menjatuhkan mereka dengan keras, mereka tak ingat kakak pernah menaikkan mereka ke langit”
“Let them hate me!”
“Yee!”
Kita tertawa. Saat dia tertawa lepas, aku terdiam karena melihat pergelangan tangannya.
Kamu tahu apa yang membuat seseorang itu kuat? bukan karena genetika kurasa.. bukan juga karena orang-orang disekitarnya (walau mungkin memberi peranan), tapi kurasa karena ‘apa’ yang pernah dia alami dan hadapi, dan jika dia bisa melalui itu maka orang itu akan jauh lebih kuat.
Yak, apa yang tidak bisa membunuhmu, akan membuatmu lebih kuat
(tetep aja sakit! siapapun yang menulis perumpamaan ini, kayaknya dia adalah seorang sadomachist or something?)
Ada bekas luka di pergelangan tangannya, bekas luka yang mengingatkanku pada apa yang dia pernah hadapi, dan dia pernah pilih cara pengecut untuk lari. Oke cara pengecut itu memang bukan sebuah bentuk ‘kekuatan’, tapi dia yang tersenyum hari ini padaku. Tanpa harus berceritapun aku bisa melihat kalau dia overcome it all, berdiri tegar dan menyambut hari esok.
Tanpa membahas hari itupun aku bisa melihat dia yang mulai bisa menghargai “life“.
“Ah.. luka ini.. maafkan aku kakak”
Aku terdiam, memandangnya serius. Entah apa yang harus aku katakan, sedikit kekecewaan yang ditutup rasa ingin melindungi.
“Cuacanya cerah ya?”, kegaringan-ku yang mencoba untuk mencairkan suasana awkward.
Dia melemparku dengan tas kecilnya-nya
aku menghindar dan kami tertawa.
She, was literally trough a lot, a lot that I could write many posts about her. Since I’ve been thingking, where does her persona could live if not in these posts?
A persona, that can make every single person who knows her better, feel strong, feel able to protect her from the worst and her backup, gesture and action can make every man believe. That they can defy gravity? And I’m not exaggerating.. those feelings is what I feel
She, I give her the name Azalea.. a white Azalea to be exact. While in real life.. I used to call her “Mye”
She, was strong to survive trough a lot of things, shit does happen, but her shits are far worse than shits that ‘probably’ could break me, so I admire her strength
She, somehow choose the wrong path, while someone Stupid there promising her to protect her. He failed though, so If someday I meet him.. I’ll be sure to give him a hard hit on the face. Yes I know Stupid has done his best
but I have to give him the hit, so he can feel better
She, The date above are more of my dream last night I guess, and that man who took her would be some part of Stupid himself.
And She, this will be the last story about her I guess. This is the time for this blog that been writing about past to move on to the present time
And I write in a lot of indirect fraction again
, well somehow.. fractions are a good way to cover a dark, bleak story
Goonight Mye.. Cuacanya cerah ya?
* written in Bandung, hari pertama puasa sambil mengatasi kantuk dan pusing karena hangover akibat exploitasi ilmu oleh seorang teman… orang liburan malah disuru coding.. bzzt!
ini azalea yg lu cerita ke gw dlu ya win?? waw… she is really a strong girl…
ceritanya mengharukan, bisa nih tar buat dijadiin nopel win wkwkwkw…
ya elah hari libur malah coding -___-! tidur aja kalee win wkwkwkw…
btw, jgn lupa yak brownies titipan gw
duhh pengen batagor juga, tar jgn lupa sisihkan buat anak sanur yeee wkwwkwk
Yep, that’s her
Iye gw coding pas liburan *mengadu*
Brownies dan Batagor has been secured Jendral!
whew! i would absolutely be upset if you said i was beautiful today, because i would prefer be called more beautiful today. huhuhu…
yakin ini tulisan terakhir tentang azalea, ru? hm… just wait and see, i guess.
Ah pembelaan dirinya kan itu diucapkan untuk ‘present’ bukan berarti tidak terapply untuk ‘past’ dan ‘future’.
Lagian.. to make people fly, and let them fall after that are kind of bad habit *siyul2*
Mestinya bilang
“Kamu cantik kemaren, kamu cantik besok dan kamu cantik hari ini” yah
Moga2 last deh,
Don’t wanna live in the past anymore
fell in love with this writing *hehe..*
nice writing
Thx
* …liburan malah disuru coding.. bzzt!
*ketawa guling-guling*
nice story…
btw, batagornya ga dapet ! huaaaa…
Wkwkw, anak-anak pada ganas melahap batagor di kostan kemaren sih
wuduw….
er bangetlah..
bisa menceritakan sesuatu yg mungkin menurut seseorang biasa..tp ditangannya jd wow..
~jgn geer..ravenwingnya belum beres~
hei..siapa itu..berani2nya gangguin orang lagi liburann..nyahahaha..
well..itung2 amal er..amal di bulan puasa… aminnn
Hmm

ga ngerti maksudnya
RAV3NWING kan sambil jalan hehe
Gw itung sebagai amal kok, ekspresi diatas kan bukan complain
tapi penjelasan situasi begadangnya saja.
ciyee.. kakak… *dijumrohkerikil*
trus si cowok yg nganterin si cewek gimana nasibnya? *dilemparmeja =D*
Kenapa Ponakan
Nasib diya, maen Dota sama kawan2 kali
kan ga penting diya disini wkwkwk
well, been in her shoes like more than once
silly me, i aint that ‘vulnerable’ to have anyone stroking my head and told me things will be okay. so, i know, by lesson learned, that somehow i’ve gotta survive alone as a girl.
one thing that i i’ve learned so damn fucking hard:
jika sudah terlanjur hidup, jangan mau mati!
selamat puasa
(=
Yeah, orang-orang yang hidup are there for a reason.
No matter what, choosing death are unfair to those who care to the particular person
Selamat puasa juga
Surprise to read how u describe her…
I seldom know a man can write this honest, this direct about a woman and or his own feeling.
Anw.. I do agree, shit things happened make u stronger
Since she won’t read this, So I won’t hesitate
Just want to tell the world who she really was, since they’ll judge her from appearance only
ahhahahah keren nih ceritanya..
?
jadi azalea itu adek Eru ya
wahh.. liburan disuruh coding 0_o?
oh iya ane bikin blog baru nih, iseng2 … mampir ya di curhat4you.blogdetik.com
‘adek’ as in adek ketemu gede
Bukan disuru, dimintai tolong wkwkwk
Oke, ntar mampir
Salam kenal,
Selain tulisan ini, saya juga membaca tulisan lain yang menceritakan tentang sosok wanita tegar itu. Dan ya, saya tersentuh dengan penuturan saudara yang sangat jujur dan tulus. Nice writing