My Interview

February 14th, 2011 § 20

Jadi 3 tahun yang lalu gw sama temen ikutan sebuah ujian technical di Mitrais Jakarta (buat kerja di Mitrais Bali) dan somehow kita berdua lulus, soalnya sendiri adalah kombinasi matematika, logika, sedikit algoritma dan database (for those yang mampir kesini karena mencari kunci soal, saya tidak akan membahasnya :D )

Was merely a fresh graduate back then, berbekal pendidikan 4 tahun dan CV yang diolah sedemikian rupa agar menarik, plus pengalaman kerja freelance di beberapa project kecil, dengan meyakinkan diri dengan “I know I am smart and skillful enough to be the best“, mungkin keyakinan diri itu salah, tapi itu satu hal yang gw coba tekankan sama diri gw sendiri waktu itu, agar ga keliatan kaya anak baru lulus IT pendiem, pemalu, ga jago-jago amat, ga jelas yang ga tau maunya apa.

Walo mesti keliatan pede, ada pride-pride yang itu mesti disupress though, ga boleh bener-bener ditunjukin, kenapa? ya lebih ke soal manner dan memposisikan diri aja :) Ada check list yang mesti dicek

  • I may believe I am good, but how experienced I am?
  • Apa gw lulusan universitas ternama?

Intinya sih, secara technical mungkin kamu jadi acuan teman-teman sekuliahanmu dulu, asdos ini dan itu, ngerasa paling pinter sekampus, atau ngerasa jago ngerjain program-program kecil pake PHP.

Tapi soal pengalaman kerja di lingkungan pekerjaan sebenarnya gimana?

Jadi dari pemikiran itu gw memulai penawaran diri dengan Average Salary Fresh Graduate tahun itu (cara mencarinya mudah kok, tinggal google aja)

3 tahun lalu itu gw belajar nilai nominal di base salary bukan segalanya, pas selesai ujian di Mitrais gw juga dipanggil interview sama sebuah kerjaan yang nawarin 6 juta perbulan di end-user,6 juta perbulan untuk Fresh Graduate di tahun 2007 itu adalah nominal yang cukup wow. Tapi kerjaan ini tidak memberikan benefit lain kaya asuransi dan kepastian status pegawai dan entah sampai kapan dia akan selesai dan dump me karena kerjaan uda beres, belum lagi kerjaan ini berpusat pada sebuah bahasa pemrograman yang I am quite confident in, jadi ga ada tantangan tambahan dan ilmu baru yang dipelajari.

Gw pernah denger dari mentor gw, untuk jangan terbutakan sama salary awal itu, gw juga mesti ngitung benefit lain seperti asuransi, gimana growthnya, apa yang bisa gw pelajari dan lingkungannya.

Because work is not all about money

Jadi keputusan besar waktu itu adalah membandingkan antara tawaran 6 juta perbulan dan less chance to learn melawan nominal average fresh graduate per-bulan dan kesempatan belajar, otak gw melakukan itungan cepat yang bakal nentuin masa depan gw.

I am still 22 years old back then, been living in Bandung all my life. So I took the chance to learn a lot of things (even with less money compared to the 6 mill per month) and of course… Bali :D

Desktop Wallpaper

Tiga tahun ini berjalan dengan baik, tidak sempurna memang. Tapi pilihanĀ  dan kalkulasi cepat waktu itu nampaknya benar :) seperti yang mentor gw pernah bilang, dan gw mau menambahkan

Because work is not all about money (Even we need it so much)

Tiga tahun kemudian, gw melakukan interview itu lagi di Jakarta dan Jogja, kali ini menjadi orang dibalik meja, mendengarkan para Fresh Graduate menceritakan tentang apa yang mereka mau tawarkan tentang diri mereka.

I met various kind of fresh graduates, from the dramatic ones, to the funny ones :D

And that is another story to tell… maybe later…

Tagged: , , , ,

20 Responses to “My Interview”

Leave a Reply