My Universe Conspire For This…

January 17th, 2012     Comment 3 comments

When you are in love, the universe conspire for that love. Either makes you close or far Depend on what kind of gravity that is in effect, it’s random… But it won’t be for long.. In the end it’s your choice whether you will go with the flow or defying  gravity for that particular love To reach it and be happy for some moments, or fail miserably and makes you writhe in pain  It is going to be worthwhile It is going to be worthwhile

Ngomong-ngomong uda lama ga nulis postingan yang nada-nada gloomy.

Dua tahun yang lalu di blog yang lama hampir 100% isinya keabu-abuan soal kehidupan yang ga pernah bertemu dengan warna. Dan tiba-tiba seseorang teach me that I should be responsible for my own happiness, that there’s no use in blaming situation and go fight for it.

That people.. should stop addicted to their own pain past or future pain 

Ngomong-ngomong lagi, hari ini adalah hitungan H-4 dari menghakhiri masa lajang, yup… I am going to marry the Red Dinosaur. Dan terlalu sibuk jadi pas melamar ga ada acara surprise, kneeling on my knee atau menyalakan puluhan light-bulb di sebuah taman sambil diiringi musik yang asik :D sambil bilang gini

Would you be the one, that are somehow made for me and makes me want to go out there, rule the world and not dying in the process?

so I redeem it dengan bikin situs nikahan yang custom made :|

http://azureru.com/wed/

P.S: 3 hari ga tidur bikinnya.. boong ding, tidur kok.. :P cuma karena cuma ada waktu 3 harian jadinya ga bisa bikin komplit stage-1 mario bross deh :D

P.P.S: lagian kalo ga bikin situs wedding kaya gitu nanti banyak yang comment “Erwin, I expect more from you” beuh… bebaaaan bebaaaan

 

Menjadi seorang programmer (general guide for IT fresh graduate or IT wannabe *tsah*)

December 2nd, 2011     Comment 5 comments

Baru-baru ini ada junior gw yang masih SMA nanya-nanya soal bimbingan karir, dia seneng programming dari kecil dan bisa bikin beberapa ‘hal-menarik’ dari situ, pernah ikut TOKI dan terbilang lumayan mengenal ‘soal-soal algoritma’ :) intinya kalo mau jadi Software Engineer Profesional, ni anak sangat berpotensi.

Gw juga bingung ngasi nasihat apa.. kalo dibilang jadi Software Engineer itu asik.. nanti dituduh menjerumuskan, dibilang ga asik juga…. relatif sih :P

So gw berusaha untuk netral (karena ada beberapa hal yang ga gw lakukan, terutama soal loncat-loncat kerja) tapi kira-kira summarynya kaya gini:

1 Where All The Money?

Menurut om Drucker didalam bisnis ada yang namanya profit center dan cost center. Dua-duanya sama-sama menghasilkan dan mengeluarkan uang, tapi dari namanya bisa keliatan kalo profit-center menghasilkan uang lebih banyak dan lebih langsung. Hence.. mekanisme seperti bonus dan gaji nampak lebih jelas dihitung di Profit Center (contoh: sales, marketing, toko, retailer) Programmer itu masuk ke Cost Center :P (di luar negeri, programmer itu masuk Cost Center yang dibayar mahal, kalo di Indonesia sih relatif ~). So kalo ngincer duit banyak yaa.. masuk ke Profit Center :P (note: om Drucker menyesali statemen dia soal Profit dan Cost Center ini because of some stereotipe), kalo ngincer menikmati masa tua ya masuk ke Perminyakan, PNS ato BUMN, nah.. software engineer itu ditengah2 antara dua pilihan diatas (lagi-lagi tergantung perusahaannya ~)

2

Menyebut dirimu programmer itu berarti you are limiting your market, apalagi menyebut dirimu programmer bahasa x, because in some cases (di kehidupan nyata), programmer x kadang disuru mengerjakan z, a, b ,c (kadang dalam asumsi langsung bisa! ato PM kamu bilang ‘aah ini sih gampang’ :P ) hence ga usa limiting diri di hal yang spesifik (you will go trough many things, spesialisasi bidang di Indonesia itu adahal hal yang ~jarang~). Contoh kasus.. coba lihat situs penerimaan kerja yang related ke IT. Sering dicari web programmer yang bisa Flash, Photoshop dan Video Editing, atau programmer java yang mesti bisa PHP, Ruby ato mobil development. get my drift? dari awal membatasi diri ke sesuatu adalah hal yang ga bagus buat mindset, you’ll get frustated. So Stay open! :)

3 Playboy Programmer

Kita hidup di jaman perubahan, dalam hitungan hari muncul hal-hal baru, programmer itu kaya PlayBoy, suda lama pacaran sama teknologi X,  besok mesti pacaran sama teknologi Y, kadang terpaksa pacaran sama teknologi Z (padahal uda jelek, lemot, lelet, lila, leleus dll). Karena semua berubah dengan cepat, resiko satu atau dua mesti diambil.

4 Jumpers

Buka LinkedIn, cari orang-orang sukses di bidang IT dengan title tinggi, misal VP, CEO, CTO atau Project Manager. Kamu akan lihat kalau kebanyakan akan punya history karir yang bervariasi, most of them don’t stick at one company forever. Beberapa yang stick at one company dan punya title bagus biasanya company yang umurnya masih muda (1-5 years) dan menjadi salah satu people who stay, untuk company yang sudah mature, dari baru masuk jadi title yang tinggi akan butuh waktu yang cukup panjang (lagi-lagi ini relatif)

They jump a lot, a good advise is.. stick di satu company 1-2 tahun dan coba melompat. Usahakan jangan kurang dari 1-2 tahun (kecuali offernya bener-bener bagus) karena kamu akan dianggap jumper yang tidak setia (kecuali kalau kamu jadi founder ato dibajak ya lain soal)

Kenapa? karena you can see the world in different view, kamu akan bisa bawa best-practice dari berbagai tempat, you will meet people, you can have a proper networking. Beberapa IT company akan berisi network of pure engineers, network of sales-engineers, dan berbagai macam budaya yang akan nambah people-skill kamu.

Seorang mantan director ASPAC of some product yang lulusan IT pernah bilang gini, loncat-lah dan make sure untuk terus lebih banyak belajar soal ‘people’. Soal managerial, soal psikologi manusia dan handle expectations. Kenapa? dalam 5-10 tahun kedepan teknologi akan berubah, tapi pembuat/pengguna teknologi alias orang nampaknya akan ‘begitu-begitu’ saja. Contoh kasus? Dalam 5 tahun ini Friendster diganti Facebook. Handphone segede gaban diganti smart-phones. Tapi dalam ribuan tahun motif manusia tetap didorong oleh lust, gluttony, greed, sloth, envy, wrath and pride :P

Ada yang mau nambahin?

Meraih bulan dan mendarat di bintang bintang

October 11th, 2011     Comment 9 comments

Ketika kamu memutuskan untuk meraih bulan dan mencoba melompat, orang bilang setidaknya you’ll end up amongst the stars. Tapi tahukan kamu betapa jauhnya bintang? Jauuuh banget!

Tapi namanya juga usaha, ga bakal menang kalo ga daftar dan ikutan. Entah gagal ato berhasil, usaha kamu meraih bulan hari ini itu, bakalan jadi bahan ketawaan di suatu hari nanti.

Sama kaya sekarang kamu ngetawain bodohnya hari pertama kamu sekolah, sama kaya kamu ngetawain cinta pertama kamu atau saat kamu ngetawain oonisme-oonisme diri kamu sendiri di masa yang sudah-sudah.

So, raihlah bulan itu, gagal atau nggak urusan ntar, mendarat di bintang-bintang juga urusan ntar. Yang penting selalu ingat kalo semua perjalanan itu butuh bekal.

Tiba-tiba ngeliat ini di draft setahun yang lalu, trus lupa konteks soal kenapa, buat siapa dan dimana nulis ini dan karena blog ini sudah lama ga diupdate, jadi saya publish deh :D *melipir*

Lamaran

July 18th, 2011     Comment 35 comments

Seminggu kemarin tepatnya tgl 10 Juli baru saja lamaran ke tempatnya dinosaurus-merah sambil membawa sepasukan keluarga besar dan bersilaturahmi.

Ring of engagement…

Ini bukan karena tidak melihat kebawah

July 11th, 2011     Comment 15 comments

Meninggalkan zona-nyaman yang kamu naungi selama beberapa tahun itu sulit, ada ikatan emosional dan kepastian :) tapi itu pilihan yang saya buat saat saya menulis surat perpisahan yang menyatakan kalau saya akan berhenti bekerja di company yang bagus untuk nurturing ini.

I have a good cause to believe and I chase it…

Beberapa orang bilang blak-blakan sama saya kalau itu keputusan bodoh, meninggalkan kepastian untuk random-chaos yang mungkin akan saya hadapi tahun ini. I don’t care kalau itu dianggap bodoh, soalnya keputusan seperti itu sudah menjadi bagian dari saya. Banyak kok :) Saya menolak banyak kesempatan demi mimpi yang sampai sekarang masih mimpi, memilih sekolah yang anti-mainstream padahal saya punya free-pass ke sebuah sekolah yang kata orang-orang ‘jaminan mutu’. De-el-el. Keputusan-keputusan bodoh itu at the end.. maybe painfull, but it’s all worth it.

Maybe, maybe, maybe