Pagi itu adalah pagi yang gila dengan hujan badai tidak jelas satu paket dengan petir yang menggelegar plus bonus pekarangan kostan yang banjir dan membuatku kalang-kabut menyelamatkan sandal yang terbawa arus.
Di kejauhan aku melihatnya, seorang pria memakai jas hujan yang nampak mencurigakan, gerak-geriknya juga mencurigakan, jadi aku berteriak padanya
Hey!
Dia menatapku, Aku terdiam, dengan tangan yang bersiap untuk menimpuk pria itu.
Dan dia berkata
Jangan… aku adalah dirimu dari masa depan
Yak!! aku lempar dia dengan sandal!