Saya bingung sungguh
mau isi post pertama di blog ini dengan apa
entah kenapa jiwa menulis saya yang dulu itu lagi lebay-sway-sotoy di angkasa dan ga mau turun walau saya teriakin untuk turun. Entah kenapa yang lagi muncul di dalam diri saya adalah jiwa menggambar saya yang agak-agak eksentrik itu
Tapi gambar2-nya belum bisa dipublish dulu karena belum ada Scanner >_< so saya akan mengawali posting saya di rumah baru ini dengan sebuah puisi yang diambil dari dokumen-dokumen lama waktu jiwa menulis itu masi ada *halah*
berawal dari ratusan sel foto sensor yang memberi kabar keberadaannya sehingga semua neuronku memberontak berebutan untuk melihatnya, membran suara di telingaku bersiap-siap untuk menerima kata-kata darinya, sel penangkap partikel di udara bersiap jika saja partikel harumnya sempat singgah. Seluruh reseptor di permukaan kulit mengambil ancang-ancang jika saja dia menyentuhnya… dan semua jaringan sel bekerja maksimal jika saja dia membutuhkannya sewaktu-waktu, sehingga suplai energi harus selalu dikirim tiap detiknya untuk mempertahankan tubuh ini tetap hidup. Jadi itu alasan kenapa jantungku berdetak kencang ? keberadaan dia disini adalah sebuah dilema bagi sistem tubuhku, akankah aku bisa bertahan hidup kalau semua terus seperti ini ? Tapi kemudian aku yakin aku bisa bertahan hidup, karena sesuatu… Jiwaku sudah bertemu dengan jiwanya dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja… Jiwaku mengatakan pada tubuhku kalau jiwanya secantik tubuhnya… Itu cinta ya ? karena walau sistem tubuhku berjalan abnormal.. tapi aku masih bisa bertahan dan hidup ? bukankah itu menyakitkan sekali …