Baru-baru ini ada junior gw yang masih SMA nanya-nanya soal bimbingan karir, dia seneng programming dari kecil dan bisa bikin beberapa ‘hal-menarik’ dari situ, pernah ikut TOKI dan terbilang lumayan mengenal ‘soal-soal algoritma’
intinya kalo mau jadi Software Engineer Profesional, ni anak sangat berpotensi.
Gw juga bingung ngasi nasihat apa.. kalo dibilang jadi Software Engineer itu asik.. nanti dituduh menjerumuskan, dibilang ga asik juga…. relatif sih
So gw berusaha untuk netral (karena ada beberapa hal yang ga gw lakukan, terutama soal loncat-loncat kerja) tapi kira-kira summarynya kaya gini:
1 Where All The Money?
Menurut om Drucker didalam bisnis ada yang namanya profit center dan cost center. Dua-duanya sama-sama menghasilkan dan mengeluarkan uang, tapi dari namanya bisa keliatan kalo profit-center menghasilkan uang lebih banyak dan lebih langsung. Hence.. mekanisme seperti bonus dan gaji nampak lebih jelas dihitung di Profit Center (contoh: sales, marketing, toko, retailer) Programmer itu masuk ke Cost Center
(di luar negeri, programmer itu masuk Cost Center yang dibayar mahal, kalo di Indonesia sih relatif ~). So kalo ngincer duit banyak yaa.. masuk ke Profit Center
(note: om Drucker menyesali statemen dia soal Profit dan Cost Center ini because of some stereotipe), kalo ngincer menikmati masa tua ya masuk ke Perminyakan, PNS ato BUMN, nah.. software engineer itu ditengah2 antara dua pilihan diatas (lagi-lagi tergantung perusahaannya ~)
2
Menyebut dirimu programmer itu berarti you are limiting your market, apalagi menyebut dirimu programmer bahasa x, because in some cases (di kehidupan nyata), programmer x kadang disuru mengerjakan z, a, b ,c (kadang dalam asumsi langsung bisa! ato PM kamu bilang ‘aah ini sih gampang’
) hence ga usa limiting diri di hal yang spesifik (you will go trough many things, spesialisasi bidang di Indonesia itu adahal hal yang ~jarang~). Contoh kasus.. coba lihat situs penerimaan kerja yang related ke IT. Sering dicari web programmer yang bisa Flash, Photoshop dan Video Editing, atau programmer java yang mesti bisa PHP, Ruby ato mobil development. get my drift? dari awal membatasi diri ke sesuatu adalah hal yang ga bagus buat mindset, you’ll get frustated. So Stay open!
3 Playboy Programmer
Kita hidup di jaman perubahan, dalam hitungan hari muncul hal-hal baru, programmer itu kaya PlayBoy, suda lama pacaran sama teknologi X, besok mesti pacaran sama teknologi Y, kadang terpaksa pacaran sama teknologi Z (padahal uda jelek, lemot, lelet, lila, leleus dll). Karena semua berubah dengan cepat, resiko satu atau dua mesti diambil.
4 Jumpers
Buka LinkedIn, cari orang-orang sukses di bidang IT dengan title tinggi, misal VP, CEO, CTO atau Project Manager. Kamu akan lihat kalau kebanyakan akan punya history karir yang bervariasi, most of them don’t stick at one company forever. Beberapa yang stick at one company dan punya title bagus biasanya company yang umurnya masih muda (1-5 years) dan menjadi salah satu people who stay, untuk company yang sudah mature, dari baru masuk jadi title yang tinggi akan butuh waktu yang cukup panjang (lagi-lagi ini relatif)
They jump a lot, a good advise is.. stick di satu company 1-2 tahun dan coba melompat. Usahakan jangan kurang dari 1-2 tahun (kecuali offernya bener-bener bagus) karena kamu akan dianggap jumper yang tidak setia (kecuali kalau kamu jadi founder ato dibajak ya lain soal)
Kenapa? karena you can see the world in different view, kamu akan bisa bawa best-practice dari berbagai tempat, you will meet people, you can have a proper networking. Beberapa IT company akan berisi network of pure engineers, network of sales-engineers, dan berbagai macam budaya yang akan nambah people-skill kamu.
Seorang mantan director ASPAC of some product yang lulusan IT pernah bilang gini, loncat-lah dan make sure untuk terus lebih banyak belajar soal ‘people’. Soal managerial, soal psikologi manusia dan handle expectations. Kenapa? dalam 5-10 tahun kedepan teknologi akan berubah, tapi pembuat/pengguna teknologi alias orang nampaknya akan ‘begitu-begitu’ saja. Contoh kasus? Dalam 5 tahun ini Friendster diganti Facebook. Handphone segede gaban diganti smart-phones. Tapi dalam ribuan tahun motif manusia tetap didorong oleh lust, gluttony, greed, sloth, envy, wrath and pride
Ada yang mau nambahin?