Berbukalah dengan yang manis-manis

September 11th, 2008 § 30

Ahem.. karena melihat postingannya bang Ries sang Deviant Villain yang ini gw jadi teringat kejadian kecil yang sedikit mirip yang terjadi di bulan puasa beberapa tahun lalu :D (setting lokasi dan situasinya sama looh)

Sore itu, terminal Leuwi Panjang terlihat sama seperti sore-sore biasanya. Kernet, penumpang, supir dan penjual-penjual itu berjubel menjadi satu.. puasa ato nggak puasa life must go on without any excuse.

Aku berjalan bersama seorang gadis cantik disisiku mencari bus DAMRI yang bisa digunakan untuk pulang kembali ke Dago.

Di setiap langkah Aku selalu menyempatkan untuk mengamati ekspresi gadis cantik itu, dia nampak amazed dengan sekelilingnya seakan-akan baru sekali itu dalam hidupnya melihat sebuah terminal bus :)

Melihat bagaimana dia sangat antusias untuk mengamati sekelilingnya, celingak-celinguk dengan ekspresi penasaran yang lucu membuatku ingin sekali mencubitnya karena gemas.

Di dalam hati aku berguman

Apakah semua gadis dari jogja sepolos ini? kurasa Ein terlalu lama dipingit di dalam keraton hahaha :D

Tiba-tiba celetukannya membubarkan dialog antara aku dan benakku.

“Er, itu DAMRI kan?”, serunya sambil menunjuk ke bus besar berwarna putih dengan stripe biru bertulisan gede D, A, M, R dan I

“Of course! it’s obvious isn’t it”, seruku dengan ekspresi muka yang berarti “aku tahu tanpa perlu kamu kasi tahu”

Dan itu sukses untuk membuat dia membuat ekspresi muka cemberut :)

Setelah meminta maaf padanya aku menuntunnya untuk naik ke bus DAMRI itu. Luckily kita dapet kursi untuk duduk, aku mempersilahkan Ein untuk duduk di dekat jendela dan aku duduk disebelahnya.

“Er, uda jam lima loh kita sempet ga buat buka?”

“Sempeeet, paling ntar kalo mo buka ada penjual-penjual asongan yang menjajakan kedalem, memang kamu uda laper?”

“Bukan begituuu! kan disunahkan untuk cepet berbuka”, jawabnya polos.

“Aku masi ada permen kok, so don’t worry”

Tak lama kemudian roda bus mulai bergulir dan mengawali perjalanannya, di perjalanan aku dan Ein berbincang2 tentang banyak hal dari mulai kondisi Bandung yang mulai panas, ke politik dan kondisi dunia.

Tiba-tiba Ein tertawa.

“Er.. Er kamu tuh kamus berjalan ya, seneng deh ngobrol ma kamu”

Hidungku yang tertiup sanjungan tiba-tiba menumbuhkan sayap dan memaksa untuk terbang menjauh, tapi kupegang!

Sudah menjadi sebuah best practice kalau dikondisi menyulitkan seperti ini seorang cowok tidak boleh kehilangan kontrol atas dirinya, kalo ntar cengegesan sendiri, raport yang aku bangun dengan gadis yang aku suka ini bisa hancur berantakan.

Inget! No cengegesan Eru… kalo diangkat kediatas, jatuhkan sedikit diri ketengah :D

“Ah… itu karena sistem pendidikan SD yang memaksa untuk menghapal RPUL RPUL dan buku pintar ga jelas itu”, jawabku mantap.

Dia tertawa lagi… setiap dia tertawa aku selalu berpikir hal yang sama.

Betapa aku ingin selalu jadi alasan dari semua kebahagiaannya

Waktu berlalu dan bus DAMRI itu merayap perlahan. matahari mulai turun dan cahayanya memerah jatuh tepat di wajahnya, dia tertidur, mungkin karena lelah?… aku mengarahkan tanganku kearah wajahnya dan jariku membentuk kotak frame.

I want to capture that smile in a frame :)

Di moment of silence itu.. tiba-tiba aku mendengar suara adzan di kejauhan.. Oh udah saatnya buka puasa pikirku, kemudian aku mencari-cari di sekeliling biasanya ada pedagang asongan yang menjajakan makanan tapi setelah mengamati sekeliling aku menyadari kalau Bus ini terjebak macet di area jalan yang cukup jauh dari lampu merah.

Ah masi ada permen kan… pikirku lagi, tapi saat merogoh saku yang aku temukan cuma 1 buah permen.

.

.

.

So as many man that trained with gentleness do, I wake her up

“Ein uda buka ne… wake up”

She wake up, and I give her the one and only permen hehe :) and dia bertanya

“Untuk Kamu ada?”

Spontan.. aku bilang

“Uda”

Dia menatapku dalam-dalam, mengamati dengan seksama bagaikan predator yang siap untuk menghabiskan mangsanya. Tiba-tiba dia mengangkat tangannya… mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah pipiku perlahan-lahan.

Suer! aku kira gerakan itu adalah gerakan untuk merangkul :D .

.

.

PLAK!!

.

.

.

dia menamparkan dua telapak tangannya ke pipiku, dan berkata pelan

“Pembohong…”

Dan satu-satunya kata-kata yang kepikiran di saat krusial itu adalah

“Tapi… lihat kamu aja uda batal kok”

Sialnya salah satu sifat normal dari pria adalah mencari celah, waktu itu aku ga fokus ke mata dia, tapi ke bagian lain.. apalagi dengan sudut yang mendukung >_<

.

.

.

PLAK!!

.

.

Untuk keduakalinya, sambil dia membetulkan posisi

.

.

.

Aaah berbukalah dengan yang manis-manis :D

Tagged: , , ,

30 Responses to “Berbukalah dengan yang manis-manis”

Leave a Reply

(s_dance) :alien: :angel: :angry: :blink: :shy: :cheerful: :cool: :(( :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :)) :ninja: >_< :| :( :o :X :sideways: :silly: :sleeping: :) :tongue: :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: :wink: :wub:

What's this?

You are currently reading Berbukalah dengan yang manis-manis at IAMSKY.

meta

Jump To Comment Jump To Top