Pagi itu adalah pagi yang gila dengan hujan badai tidak jelas satu paket dengan petir yang menggelegar plus bonus pekarangan kostan yang banjir dan membuatku kalang-kabut menyelamatkan sandal yang terbawa arus.
Di kejauhan aku melihatnya, seorang pria memakai jas hujan yang nampak mencurigakan, gerak-geriknya juga mencurigakan, jadi aku berteriak padanya
Hey!
Dia menatapku, Aku terdiam, dengan tangan yang bersiap untuk menimpuk pria itu.
Dan dia berkata
Jangan… aku adalah dirimu dari masa depan
Yak!! aku lempar dia dengan sandal!
More on “Ya iyalaah, time-travel is impossible !… “
Well, di malam nyepi dimana Bali yang gelap berubah menjadi Audoditorium bintang so you can see million of stars up above, suddenly 2 falling stars remind me of bunch of people..
This is a story about them.. bunch of people so young, so evil
tricky, so naive and so weird
sekumpulan orang-orang yang aneh nan idealis menyatu dalam bowl of premordial soup, hm.. normal people used to call it ‘friendship’
the story…
Ahem.. karena melihat postingannya bang Ries sang Deviant Villain yang ini gw jadi teringat kejadian kecil yang sedikit mirip yang terjadi di bulan puasa beberapa tahun lalu
(setting lokasi dan situasinya sama looh)
memang kejadian berbuka dengan yang manis-manis apa?